Testimoni
“Nyeri di Punak Kanan hilang 10 menit”
Siang itu seorang rekan kerja yang duduk di sebelah meja kerja saya terlihat melakukan peregangan di leher namun terlihat bukan pereganagan karena ketika kepalanya di putar perlahan terlihat meringis menahan rasa sakit.
Setelah beberapa saat ngobrol, saya tanyakan kenapa dia terlihat kesakitan tadi pada saat memutar pelan kepalanya. dan ternyata pundak kanannya terasa nyeri yang dia sendiri tidak tahu penyebabnya. mungkin karena masuk angin atau mungkin karena salah tidur.
akhirnya saya memenempelkan tangan ke pundak sebelah kanan temen saya. dan setelah 5 menit kemudian dia merasakan hangat di daerah yang nyeri, dan saya memang merasakan benjolannya yang seperti urat kaku semakin melunak dan beberapa saat kemudian rasa nyerinya pindah ke pangkal leher sebelah kanan, kemudian saya pindahkan tangan saya ke pangkal lehernya, akhirnya setelah sepuluh menit kemudian saya lepas tangan saya dan teman saya mulai mencoba meregangkan lehernya dengan memutar-mutar pelan kepalanya dan rasa nyeri itu sudah tidak terasa lagi.
Testimoni: Teguh Cahyono
“Cedera urat belakang kejepit.”
Suatu sore, saya melihat arif, seorang sahabat dekat saya sedang mengambil air wudhu, tiba-tiba dia meringis kesakitan. Badannya nampak kaku dan kedua tangannya memegang punggungnya. Sesekali dia menarik napas panjang seolah menahan rasa sakit yang luar biasa. Hampir saja badannya terjatuh, untung saja saya berada disisinya sehingga segera menahan badannya yang condong kebelakang dan menahannya dari kejatuhan.
” kenapa rif, kok tiba2 saja akan terjatuh”
” tidak tahu pak, punggungku kok terasa sakit sekali sekarang, dan sampai-sampai saya tidak sanggup untuk bergerak”
Teman yang lain menyarankannya untuk membawanya ke dokter atau tukang urut. Namun arif menolaknya dan beliau meminta saya untuk mengobatinya, sebab ia pernah mendengar bahwa saya bisa mengobati dengan menggunakan tehnik quantum healing.
“Oke Rif, aku mau mengobati anda, dengan catatan anda harus ikhlas dan pasrah, gimana?”
“Baik pak”
Lalu saya mulai dengan menyentuh bagian belakang dengan dua telapak tangan, memberikan vibrasi cinta, syukur dan keikhlasan kepada pasien.
Dengan pola napas 4×4 dan memutar cakra searah jarum jam, saya vibrasikan kebagian belakang.
Setelah berlangsung 5 menit, saya mulai merasakan sensasinya.
” Gimana rif, apa yang dirasakan”
” Hangat pak”
” mohon konsentrasi terus dilokasi yang saya sentuh dan rasakan sensasinya”
Benar saja memasuki menit kesepuluh tiba2 saya dan si pasien merasakan sensasi yang luar biasa. saya merasakan ada sesuatu yang bergerak kuat sekali, mirif seekor cacing tanah yang sedang berjalan diantara telapak tangan saya.
” Rif, coba anda rasakan adakah sesuatu sensasi dibadan anda”, tanya saya memastikan apakah dia merasakan hal yang sama.
” Benar pak ada sesuatu yang bergerak-gerak dan jalan dibadan saya mirif seekor cacing yang sedang berjalan”, jawabnya terheran-heran.
” Oke, tolong jaga konsentrasi anda dikokasi tersebut dan terus rasakan sensasinya”
Sambil tetap fokus, saya menambah vibrasi dengan menggunakan tehnik napas fire breathing, dan pergerakan urat dibelakang tubuh arif makin menguat dan kemudian menurun secara signifikan, waktu menunjukan 16.40 berarti pengobatan memasuki menit ke dua puluh. Setelah saya merasakan sensasi yang mereda, saya hentikan terapinya dan kemudian saya meminta dia untuk berjalan dan menggerak-gerakan badannya.
” Wah luar biasa, subhanallah rasa sakitnya jauh berkurang dan saya bisa berjalan dengan tegak, tidak seperti sebelumnya berdiri saja sangat sulit dan sakit sekali.”
Keesokan harinya saya terapi sekali lagi, sehingga benar-benar rasa sakitnya hilang dan kini dia dapat tertawa dengan lepas tanpa harus menahan rasa sakitnya.
Testimoni by Muhammad Iman
“Cidera sepak bola”
Cidera adalah hantu bagi pesepakbola di tingkatan apapun, profesional maupun amatir.
Pesepakbola barangkali masih bisa menoleransi jumlah gaji, terlibat hal indisipliner dan menanggung konsekuensinya, atau malah terlibat skandal tertentu, tapi boleh coba ditanya
pemain sepakbola mana yang mau menanggung cidera? Rasa-rasanya tak ada!
Sepakbola sejatinya bukan olahraga yang teramat keras, dalam arti tak meniscayakan bahwa
seseorang akan mendapatkan cidera bila memainkannya.
Hal itu dikarenakan dalam permainan sepakbola terdapat banyak aturan di mana sedikit sekali
dimungkinkan seseorang mengalami cidera, sejauh peraturan itu ditaati.
Berbeda dengan tinju, misalnya, meski tak boleh memukul dari bagian pinggang ke bawah tetap saja akan mengakibatkan cidera, setidaknya di bagian muka.
Football ala Amerika sepanjang diketahui membolehkan benturan dan terjangan antar pemain. Meski difasilitasi pelindung, cidera menjadi suatu hal yang niscaya. Tak heran bila bola sepak bagi orang Amerika konon kurang disukai, karena dianggap kurang “lelaki” bila dibandingkan dengan football yang mereka punyai.
Dengan demikian, sejauh peraturan sepakbola ditaati oleh para pemain, dan begitu juga wasit
cepat dengan tegas menegur sang pemain bila mulai menjurus kasar, dipastikan cidera dalam sebuah pertandingan sepakbola bisa dihindari.
Namun laiknya cabang olahraga lain, cidera dalam sepakbola bukan hal tabu. Suatu hal wajar
mengingat olahraga apapun selagi mengandalkan kekuatan fisik tak bisa menghindar dari hal
itu.
Cidera dalam sepakbola bahkan kadang lebih mengerikan dari apa yang dialami oleh petinju.
Tak sampai beresiko kematian memang, tapi jika karir jadi taruhannya banyak data yang
menyebutkannya.
Tak heran bila sepakbola mencatat beberapa horor cidera sangat mengerikan yang pernah
menimpa pesepakbola. Mursali 29 tahun salah satu karyawan swasta di jakarta tercatat sebagai salah satu anggota tim sepak bola di perusahaan tempat bekerja dalam sebulan tiap hari minggu hampir dipastikan bermain baik itu latihan ataupun uji tanding dengan klub lain. Tidak seperti biasanya Mursali selalu ceria tiap kali ketemu teman sekantor terlihat keseakitan pada waktu jalan, ddan saya perhatikan memang terlihat bengkak pada kaki sebelah kanan menurutnya mengalami Keseleo i bagian pergelangan kaki bagian bawah. Dengan penuh cinta saya tawarkan quantum touch untuk menghilangkan cidera yang dia alami. Setelah menjelaskan sebentar akhirnya menyetujui untuk dilakukan sesi penyembuhan tersebut . teknik jepitan merupakan pilihan yang tepat untuk membantunya selama sesi berjalan Mursali merasakan papa pergelangan kaki yang mengalami cidera tersebut panas setelah berjalan kurang lebih 30 menit rasa sakit itu hilang dari yang sebelumnya pada intensitas 7 menjadi hilang namun tetap disarankan tidak melakukan aktifiras yang berat dulu karena cidera akibat olah raga memerlukan waktu penyembuhan. Dan untuk menghindari keseleo sebelum melakukan pertandingan perlu melakukan pemanasan.
Testimoni by Muhtasor
“Pada suatu sore menjelang pulang kerja,”
Teteh wanita separuh baya yang biasa mensuplly kue di kantin koperasi kami naik lantai dua ke tempat kerja saya dengan membawa nampan berisi kue, dari jauh terlihat nafasnya agak tersengal dan raut mukanya terlihat menahanrasa sakit.
Setelah dekat dengan meja saya, saya coba tanya,
“Teh kapa kok kelihatannya kesakitan?”
” iya nich , tangan Teteh di pergelangan tangan kanan sakit..tau nich seperti keseleo, teguh bisa mijit ngga”
Saya bilang bahwa saya tidak bisa mijit, kemudian saya tawarkan untuk saya pegang di bagian yang sakit di pergelangan tangan kanannya teteh, dan setelah saya pegang dengan ke dua tangan saya dan menjalankan energi berlangsung lima menit teteh komentar,
“waduh tangan Teguh panas kayak setrikaan”
dan setelah sepuluh menit kemudian sesnsai panas sudah turun dan saya akhiri terapi, dan kemuaan saya minta teteh untuk memutar dan menggerakkan pergelangan tangan kanannya. dan menarik nafas sedalam-dalamnya dan menghembuskan secara perlahan sebanyak tiga kali.
“wah terimakasih ya Guh, tangan Teteh sudah ngga’ sakit lagi, rasanya sudah tenang dan nafas Teteh jadi lega”
Kemudian Teteh melanjutkan pekerjaannya dan saya pun Pulang dengan mengucap syukur.
Testimoni by Teguh Cahyono
“Mengatasi Nyeri Pundak”
Assalamualaikum. …
Kebetulan saya juga habis mengalami kejadian yg sama, om suami saya juga nyeri di pundak, setelah hampir 10 menit “dipanasi” oleh tangan saya, ia juga merasakan nyerinya hilang dan “dibuktikan” dengan memutar-mutar lengannya (padahal semula kesakitan).Kebetula n om itu dokter spesialis (jadi ceritanya ‘ngobatin’ dokter nich…).
Istrinya, tante suami saya, melihat itu kemudian minta di terapi QH juga karena dia merasa kedinginan. Sempat bingung, apa yg harus saya pegang. Kemudian saya tempelkan tangan saya ke kedua lengannya, setelah dia merasakan panas kemudian saya pindahkan tangan saya ke punggungnya. Waktunya sekitar 10 menit. Setelah itu katanya sudah tidak kedinginan lagi, dan bahkan tidak lama kemudian, ketika pamit pulang ia merasa kegerahan. (lho, tante sebenarnya kedinginan atau kepanasan sich….?)
Wassalam,
Retni